Rabu, 28 Juli 2010

Tools


PRE ORDER






SPEEDOMETER (wired)
Rp. 55.000 /bh

13 Function included:
SPD - Current Speed
ODO - Odometer (Total Distance)
DST - Trip Distance
MXS - Maximum Speed
RPM - Rotation Per Minute
CLK - Clock (12H/24H)
Cadence - Speed Comparator
AVS - Average Speed
TM - Elapsed Time
Scan - Screen display varies among ODO, DST, MXS, AVS, TM, RPM, CLK every 4 seconds
Setting Speed Scale (km/h, m/h)
Setting Tyre Circumference (60cm ~ 229cm)
Setting The Last Value of Odometer

Uses one 1.5V AG13 battery (included)
Size (Computer Console): 5 x 4.3 x 0.9 cm
Size (LCD Display): 3 x 2 cm
Sensor Cable Length: 87cm
Handy, Compact, Portable and Convenient.
Time display function, also can be used as a watch Wonderful gadget for traveling
Easy to install, easy to read LCD display, ideal companion for your bicycle
Effectively help you to track your progress and improve your stamina

---------------------------------------------------------------------




SPEEDOMETER WIRELESS
Harga= Rp. 120.000 / bh

100% Brand New, High Quality Cycle computer
Speedometer with digit display & image display
Current speed
Average speed
Maximum speed
Relative Speed
Speed indicator
Speed comparator (current / average speed)
Riding time
Riding distance
Odometer
Clock (12/24 hour)
Scan
Metric system and Imperial(English) sytem alternative
Water resistance (for rainy days)
Auto start/stop, auto sleep
Easy & Quick installation
Large, clear, easy to read LCD display
Fits all wheel sizes program in your wheel size.
Detachable (main unit)
Wireless system, ideal for suspension forks
wireless range from sender to receiver approx 1 metre
Full instructions and all accessories included
Ideal fitting for suspension Forks
Batteries are include

Paket terdiri :
1 x Wireless Cycle computer
1 x Transmitter Sensor
1 x Magnet
1 x Bracket
2 x strips of cables ties
1 x CR2032 battery
1 x User Manual

----------------------------------------------------------------------



LAMPU DEPAN & BELAKANG SEPEDA
Rp. 40.000 / bh

Multi-function.
Guiding your way in the dark.
5 Super bright white LED bicycle head light.
5 LED bulbs, luminance up to 11000-13000, operation life up to 110000 hours.
2 different operation models: steady and flashing.
Multi-function: bicycle head light, torch and diving.
Quick release bracket, portable attach to your bicycle.
Material: Plastic.
Battery: 4 x AAA batteries (tidak termasuk).
Lampu belakang : 2 x AA baterai (tidak termasuk).

Battery & Charger




Cara Pemesanan

1. Kirim pesan item yg diinginkan, nama & alamat tujuan melalui email ke 

2. Pesan yg masuk dibalas dan bila sudah sepakat akan diberikan No.Rekening Seller.

3. Seller berlokasi di

4. Paket dikirim via JNE 1 (satu) hari setelah menerima pembayaran dan pembeli akan diberikan resi dengan no.airwaysbill (awb) dari JNE.

5. Hari minggu tidak ada pengiriman.

6. Waktu pengiriman JNE regular adalah 2-3 hari, dengan tarif sesuai tujuan.

7. Harga belum termasuk ongkos kirim.

JAKA POWER ( STORE )


Selamat datang....

Terima kasih atas kesediaan waktunya mampir di Blog ini.

Bermula dari suka dan hobi bermain R/C aeromodeling, maka dibuatlah Blog ini untuk dapat berbagi cerita dan pengalaman hobi tersebut, atau apa saja yang dapat diinformasikan untuk kepentingan semua.

Aeromodelling adalah kegiatan olah raga kedirgantaraan yang berkaitan dengan perencanaan, perancangan, pembuatan dan penerbangan pesawat model (tidak berawak). Disamping merupakan kegiatan olah raga, aeromodelling dapat juga digunakan sebagai sarana rekreasi/hobi dan edukasi.


Diblog ini juga tersedia store untuk keperluan R/C car atau aeromodelling. Silahkan dilihat-lihat dan saran agar kami dapat memberikan yang terbaik bagi semua.


Wassalam,

Jaka

Sparepart

Selasa, 27 Juli 2010

Pengenalan dasar-dasar pesawat terbang RC

Seorang beginner / pemula harus memahami konsep dasar terbang. Sebenarnya teori-teori tentang fisika penerbangan banyak buku yang membahasnya. Namun sering terjadi antara buku yang satu dengan buku yang lain terjadi konfik dan adu argument sendiri tentang bagaimana sebenarnya pesawat bisa terbang. Tapi dari semua buku yang ada, saya menemukan satu prinsipal yang bisa di terima tentang bagaimana daya angkat pada pesawat bisa terjadi, yaitu dengan terjadinya tekanan udara dibagian bawah pesawat yang lebih besar daripada tekanan yang berada di atas sayap.



Lift Diagram menunjukan beberapa bagian bagian dasar dari sebuah sayap. basic basic ini juga berlaku pada pesawat remote control

Airfoil : Bentuk sayap ketika di lihat dari samping. biasanya berbentuk seperti tetes air
angle of attack : Sudut pada sayap untuk membelah udara pada saat terbang, semakin sudut bertambah akan semakin mengapung tapi akan menghasilkan hambatan pada laju pesawat sesuai dengan sudut yang digunakan.
Chord Line : garis antara the leading edge dan the trailing edge pada airfoil
Direction of Flight : arah terbang sayap pada waktu di udara.
Leading Edge : bagian ujung muka pada sayap
Trailing Edge: bagian ujung belakang pada sayap

Ada 4 gaya utama yang terjadi pada waktu pesawat dalam kondisi terbang : thrust, lift, drag dan weight.
thrust terjadi karena kombinasi mesin dengan propeller yang menyebabkan pesawat bergerak maju.
drag merupakan gaya hambatan yang terjadi pada waktu pesawat bergerak maju.
weight merupakan gaya berat yang terjadi karena pengaruh grafitasi
untuk menjaga agar kecepatan tetap konstan, maka antar gaya thrust dan drag harus sama.
untuk menjaga ketinggian pesawat gaya lift dan weight harus sama



Lift bertambah tergantung oleh bertambahnya kepadatan udara yang melintas dibawah sayap,atau karena pertambahan angle of attack selama aliran udara yang melewati sayap tetap mulus. Pesawat di katakan terbang dengan baik apabila antara gaya angkat (lift) dan berat sama (weight)

pada pesawat, selain gaya gaya yang terjadi di atas, terdapat pula 3 gaya tambahan yang terjadi akibat perubahan gari pergerakan sistem kendali pesawat. the yaw atau vertical axis terjadi karena rudder, the pitch atau lateral axis terjadi karena elevator, dan the roll atau longitudinal axis terjadi karena ailerons. gaya yang terbentuk baik secara individual ataupun gabungan, akan menyebabkan perpindahan atau perubahan arah pesawat.



ketika rudder bergerak ke kanan, maka pesawat akan bergerak berputar ke kanan.
ketika elevator bergerak naik, maka pesawat akan bergerak menambah ketinggian
Aileron bergerak berkebalikan, ketika aileron kiri bergerak naik, maka aileron kanan bergerak turun, dan pesawat akan berbesok ke kiri.

Mengenal Dunia Aeromodelling

FEDERASI AERO SPORT INDONESIA (2009)

By : EMAN SULAIMAN,ST

Aeromodelling

Aeromodelling berasal dari dua kata yaitu :

Aero : Udara

Modell : Model, contoh, tiruan

Maksudnya, bentuk-bentuk yang dirancang untuk bisa mengudara, melayang ataupun kegiatan yang mempelajari, merencanakan dan menerbangkan pesawat model atau model-model pesawat terbang. Yang bertujuan untuk menanamkan rasa cinta kedirgantaraan secara umum.

Definisi umum Aeromodelling :

Aeromodelling adalah pesawat model yang lebih berat dari udara dengan ukuran-ukuran terbatas, baik bermotor dan tak dapat diawaki atau membawa manusia.

Orang atau personil yang berkecimpung didalamnya dinamakan “Aeromodeller”. Kriteria sebagai penyandang predikat Aeromodeller harus mampu mengetahui, mengerti dan menguasai dasar ilmu pendukung, misalnya : aerodinamika, ilmu gaya, fisika dan lain sebagainya. Juga mampu untuk berkarya (desain, membuat dan menerbangkan).

Aeromodelling masih termasuk salah satu cabang olahraga dirgantara dibawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). Sebagai Pembina di tingkat pusat adalah KSAU (Kepala Staff Angkatan Udara), sedangkat di tingkat daerah dibina oleh DANLANUD (komandan Pangkalan Udara) setempat. Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta berkedudukan di Lanud Adisutjipto. Untuk pembinaan dibawah Seksi BINPOTDIRGA.

Aeromodelling salah satu cabang olahraga Dirgantara yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON), Aeromodelling mempertandingkan 10 (sepuluh) nomor lomba antara lain : 1) OHLG; 2) F1A; 3) F1H; 4) F2A; 5) F2B; 6) F2C; 7) F2D; 8) F3A; 9) F3C; 10) F3J.

Klasifikasi Pesawat Model

A. Kelas F1 (Terbang Bebas)

Adalah jenis penerbangan model dimana penerbangannya pesawat model tidak ada hubungannya sama sekali dengan penerbangnya. Beberapa kategori sbb:

1. F1A : Glider Type A2 (dipertandingkan dalam PON)
2. F1B : Model dengan motor elastis
3. F1C : Power model (Free Flight)
4. F1D : Indoor Model
5. F1E : Glider kemudi otomatis
6. FIF : Model Helicopter
7. F1G : Coupe Dhiver
8. F1H : Glider A1 (dipertandingkan dalam PON)
9. OHLG : Glider lempar luar ruangan (dipertandingkan dalam PON)

Kelas F2 (Terbang Keliling)

Adalah jenis penerbangan dimana selama penerbangan model dikemudikan secara aerodinamik dengan bidang-bidang kemudi dalam sikap dan ketinggiannya oleh seseorang penerbang diatas tanah sebagai poros dan melalui sebuah perantara tali yang tak dapat diperpanjang pendekkan yang dihubungkan langsung dengan model.

Beberapa kategori sbb:

1. F2A : Speed Model (dipertandingkan dalam PON)
2. F2B : Aerobatik model (dipertandingkan dalam PON)
3. F2C : Team racing model (dipertandingkan dalam PON)
4. F2D : Combat model (dipertandingkan dalam PON)

C. Kelas F3 (Radio Control/RC)

Adalah jenis penerbangan dimana model dikemudikan secara aerodinamik melalui bidang-bidang kemudi dalam sikap, arah dan ketinggiannya oleh seseorang penerbang diatas tanah menggunakan gelombang radio control.

Beberapa kategori sbb:

1. F3A : Aerobatic model (dipertandingkan dalam PON)
2. F3B : Thermal soaring model
3. F3C : Helicopter (dipertandingkan dalam PON)
4. F3D : Pylon Racing
5. F3E : Electric Power
6. F3F : Slope Soaring Glider
7. F3G : Power Glider
8. F3J : Radio Control Glider (dipertandingkan dalam PON)

D. Kelas F4 (Model Skala)

Adalah tiruan dari pesawat sesungguhnya yang lebih berat dari udara.

1. F4A : Model Skala Terbang Bebas
2. F4B : Model Skala Terbang Keliling
3. F4C : Model Skala Radio Control

Anda berminat ingin bergabung ?

Untuk informasi uptodate mengenai event yang ada serta news tentang Aeromodelling anda bisa berkunjung ke http://www.aeromodelling.or.id/

Bagi anda yang berminat dapat menghubungi alamat dan nomor telepon dibawah ini :

Sekretarian Pusat :

PORDIRGA AEROMODELLLING :
Bandara Halim Perdana Kusuma, Lt. Dasar ruang 32
DKI Jakarta
Indonesia 13610
telp : 62 21 80899465 ; 8007250
fax: : 62 21 8007250

Atau di Sekretariat masing2 FASI Daerah Provinsi dan cabang yang tersebar di Seluruh Indonesia,Untuk data lengkapnya

Silahkan kunjungi http://aeromodelling.or.id/content/view/32/43/

Wiweko Soepono

Wiweko Soepono
Posted on September 5, 2009 by budhiachmadi

Nama Wiweko tidak bisa dilepaskan dari sejarah penerbangan nasional. Wiweko adalah seorang pejuang, perintis AURI,penerbang, perancang pesawat, pengembang industri dirgantara, pelopor penerbangan sipil hingga membesarkan perusahaan penerbangan nasional Garuda Airways. Begitu banyak karya dan prestasinya , sehingga patut dicatat sebagai salah seorang founding fathers bagi Air Power Indonesia.

Mengenal Dunia Kedirgantaraan

Wiweko dilahirkan hari Kamis Wage, 18 Januari 1923 dari keluarga pegawai terpelajar di Kota Blitar. Wiweko adalah sulung dari lima bersaudara. . Wiweko mengikuti pendidikan dasar di Europesche Lagere School (ELS). Saat orangtuanya pindah ke Yogyakarta, Wiweko berkesempatan melihat kegiatan penerbangan yang sering diadakan. Mulailah kecintaannya pada dunia dirgantara. Wiweko melanjutkan sekolah di HBS Bandung. Dengan berbekal pedoman dari majalah Vliegwereld atau Dunia Penerbangan edisi Hindia Belanda, Wiweko remaja membuat berbagai model pesawat. Bahkan sebagian besar teman-temannya yang sinyo belanda sering berkumpul di pavilun rumah Wiweko untuk membuat pesawat model. Banyak yang anak KNIL dan Militaire Luchvaart (AU).

Makin banyaknya peminat pesawat model sehingga Tanggal 10 Desember 1937 Wiweko dan teman bulenya Fred Raas membentuk Klub Penerbangan Remaja Bandung. Klub ini dengan cepat dapat perhatian dari para tokoh kedirgantaraan bandung yang saat itu adalah pusat kegiatan penerbangan di Hindia Belanda. Bahkan seorang pemuda pelajar dari Semarang, Nurtanio Pringgoadisuryo ikut jadi anggota, meskipun hanya dengan mengirim surat khusus kepada Wiweko agar diterima menjadi anggota klub ini. Klub ini sangat sukses sehingga betul-betul disokong oleh Militaire Luchvaart di Lanud Andir. Sungguh mengagumkan, apalagi Wiweko mendapatkan ilmu aeromodelling secara otodidak.

Tamat dari HBS-B Bandung pada akhir Mei 1941, Wiweko masuk Technische Hoge School Bandung yang sekarang disebut ITB. Jurusan yang dimasukinya adalah Tehnik Permesinan. Saat itu jumlah mahasiswanya baru 250 orang. Semasa pendudukan Jepang Wiweko berhenti kuliah dan bekerja sebagai pegawai Angkutan Darat bagian Gudang. Kemudian pindah di laboratorium Uji Coba materil THS.

Terlibat Perjuangan Kemerdekaan

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Wiweko bersama tokoh-tokoh pemuda seperti Sarbini, Mashudi dan Nasution sepakat mengambil alih kantor dan senjata Jepang serta membentuk BKR setempat. Wiweko dengan teman-teman berhasil merebut Lanud Andir. Mereka meminta Suryadarma yang mantan Militeire Luchvaart untuk menerbangkan pesawat Jepang yang berhasil direbut. Suryadarma meminta Wiweko dan Sutoyo segera pergi ke Bogor menemui Husein Sastranegara yang lulusan Sekolah penerbang Kalijati.

Awal tahun 1946 Wiweko berangkat ke Yogyakarta, hendak bergabung dengan TKR-Jawatan penerbangan. Wiweko berjumpa sahabat penanya Nurtanio dan AJ Salatun yang juga pecinta penerbangan. Surjadarma menugaskan ketiganya bergabung di bagian rencana, Konstruksi dan Propaganda AURI. Di Lanud Maospati Wiweko bersama Nurtanio memodifikasi pesawat pembom menjadi pesawat angkut. Bahkan membuat pesawat Glider Zogling untuk latihan pendahuluan kadet penerbang India. Wiweko bahkan membuat sebuah pesawat eksperimental bernama WEL-1 RI-X yang berhasil diterbangkan penerbang uji Suhada, mantan penerbang militer Jepang.

Bergerilya Lewat Angkasa

Dari Bukit Tinggi Wiweko membuka jalur penerbangan internasional ke Ibukota RI, Yogyakarta dengan menembus blokade udara Belanda. Sebagai atasan Salatun dia membuat dan membawa model Dakota mencari bantuan dana pembelian pesawat. Akhirnya masyarakat Aceh menyumbang pesawat Dakota RI-001 “Seulawah” untuk membantu perjuangan Indonesia. Wiweko juga bolak-balik menyelundup keluar negeri untuk mengurus pendidikan calon penerbang AURI di India.

Saat Belanda menguasai keunggulan udara di tanah Air, segenap anggota AURI bergerilya masuk hutan dan desa. Sedangkan Wiweko tetap berjuang melalui udara dengan membentuk Indonesian Airways di Burma dengan modal pesawat RI-001. Pencarian dana ini cukup sukses sehingga bisa digunakan untuk menunjang perjuangan diplomatik, pendidikan penerbang dan teknisi AURI di luar negeri serta membeli dan menyelundupkan berbagai persenjataan dan peralatan komunikasi di luar negeri.

Membangun AURI

Begitu penyerahan kedaulatan berakhir, Wiweko segera kembali ke tanah air untuk membangun AURI. Serah terima Lanud Andir dengan sejumlah besar pesawat pembom, pemburu, transport dan latih diserahkan sepenuhnya kepada AURIS. Belanda diwakili oleh Mayor.E.J. Van Kuppen, sedang dari AURIS diwakili Mayor Udara Wiweko Soepono. Selain Pangkalan Udara Andir juga diserahkan bengkel pemeliharaan pesawat, fasilitas pendidikan, dan sejumlah besar pesawat militer.

Awal Juli 1950,Wiweko ditunjuk sebagai Komandan Komando Teknik Udara di Andir Bandung dengan pangkat Komodor Muda Udara. Wiweko juga merangkap sebagai Kepala Jawatan Teknik Udara. Wiweko bersama Ir.Karno Barkah membangun sebuah Pusat Tehnik Udara di Lanud Andir, Bandung. Kemudian membangun Lanud Margahayu sebagai Pangkalan kegiatan latihan tehnis bersama Ir.AR.Suhud.

Di pangkalan Udara Andir, Wiweko dan rekan-rekan menyelenggarakan Sekolah Penerbang Kalijati, Sekolah Penerbang Lanjutan, Fasilitas Overhaul di Andir serta Sekolah Terjun Payung. Sebagai Koordinator Sekolah Penerbang, Wiweko mempekerjakan sejumlah instruktur penerbang dan seorang tehnisi berkebangsaan Amerika mantan anggota “The Flying Tiger” yang pernah bekerja di Indonesian Airways, Rangoon. Wiweko juga membentuk Djawatan Angkutan Udara Militer untuk menunjang mobilitas pemerintah dan militer menjalin keutuhan tanah air. Kembalinya Nurtanio dari sekolah Aeronautic di Filipina memperkuat keinginan mereka untuk membuat pesawat sendiri untuk AURI dan penerbangan sipil.

Penerbang Helikopter Pertama Indonesia

Bulan September 1950 mewakili Menhan RI mengunjungi Air Show di Farnborough . Seusai pameran kedirgantaraan ini Wiweko ke AS untuk membeli pesawat dan suku cadang dari “War Surplus”. Atas nama AURI, Wiweko berhasil membeli duapuluh lima pesawat AT-6, empat puluh pesawat BT-13 Harvard, enam PBY Catalina serta enam Helikopter Hiller -360 UH. Disamping itu sejumlah besar suku cadang pesawat. Saat itu pula Wiweko menjajaki pendidikan calon perwira penerbang AURI di Sekolah Penerbangan Taloa “Trans Ocean Airline” California. Enam puluh kadet penerbang dikirim ke taloa, pada tanggal 16 November 1950 untuk belajar terbang selama setahun. Sembilan dari siswa diambil dari kadet Sekolah Penerbang Kalijati.

Saat pembelian helicopter Hiller, Wiweko juga sempat belajar menerbangkannya di Palo Alto California. Tanggal 14 Oktober 1950 Wiweko dinyatakan lulus pendidikan dasar serta lanjutan helicopter dan mendapat sertifikat serta wing penerbang helikopter dari Civil Aeronautics Authority of the United States. Dengan ini Wiweko menjadi penerbang helikopter pertama bangsa Indonesia. Saat enam helicopter Hillet-360 UH tiba di Lanud Andir bulan Desember 1950, keadaannya terurai dalam beberapa peti kemas. Wiweko ikut memberi supervisi langsung selama perakitan. Dan uji coba penerbangan helikopter pertama juga dilakukannya, karena dia satu-satunya penerbang helikopter Indonesia saat itu.

Alhasil hari Minggu 24 Desember 1950, sebuah benda “aneh” berbaling-baling mendarat di tengah-tengah lapangan. Padahal saat itu ada upacara pembukaan lomba olahraga untuk seleksi Asian Games di New Delhi. Seorang perwira AURI keluar dari helikopter, menuju pengeras suara di depan podium dan berkata, “Selamat Berlomba Olah raga”. Setelah itu perwira itu terbang lagi dengan pesawatnya yang masih aneh bagi masyarakat Indonesia. Hari yang bersejarah, karena saat itu sebuah helikopter AURI pertama, pertama kali diterbangkan di bumi Indonesia oleh penerbang helicopter pertama, Komodor Muda Udara Wiweko Soepono.

Pagi 15 Januari 1951, Wiweko dan LMU I Tosin terbang dengan helikopternya menuju Istana Negara. Hari itu Wiweko membawa terbang keliling Jakarta, Bung Karno, Ibu Negara Fatmawati, Mayjen Soehardjo, Kepala Bagian Siaran RRI dan teraktir mengantar KASAU ke Kementrian Pertahaan di Jl.medan Merdeka Barat.

Meraih Brevet Penerbang Militer

Di awal tahun 1951 KSAU Suryadarma memberi kesempatan para perwira yang tugas di staf untuk mengikuti pelatihan terbang. Agar mereka bisa menghayati dan mengerti perannya dalam operasi udara. Namun tidak hanya mengikuti pelatihan dasar untuk mendapat Wing penerbang Kelas III, Wiweko meneruskan hingga setingkat lulusan Sekolah Penerbang Lanjutan. Setelah berlatih dengan pesawat Piper Cup, Wiweko meneruskan dengan Harvard hingga transisi ke pesawat B-25 Mitchell. Pada bulan April 1950 mendapat ijazah dan Wing Penerbang Kelas II. Meskipun demikian Wiweko tidak pernah terdaftar sebagai personel penerbang AURI.

Wiweko baru menikah dengan pemudi Aminah, yang lebih dikenal sebagai Mieke, pada tanggal 19 September 1951. Bahkan Istrinya yang tercinta inipun dilatihnya terbang dengan pesawat Piper Cup, sehingga memperoleh Wing Penerbang Kelas III dari aeroclub Aviantara. Tidak banyak diketahui masyarakat bahwa Mieke Wiweko adalah penerbang wanita pertama Indonesia. Mieke tetap terbang hingga pertengahan limapuluhan. Mereka dikaruniai dua putra dan seorang putri, yaitu Sriyanto, Boedi Darma dan Siti Indrani.

Berpisah Dari AURI

Bulan April 1952, pada usia dua puluh sembilan tahun lebih tiga bulan, Komodor Muda Udara Wiweko mendapat promosi jabatan sebagai jabatan sebagai Perwira Staf Teknik (Deputi Logistik KASAU). Namun sayang pada pertengahan tahun 1953 Wiweko terpaksa tidak bisa aktif lagi di AURI. Kebetulan ada beberapa politisi pusat dan perwira idealis yang menyarankan pada Presiden agar Wiweko diangkat sebagai KASAU. Suatu hal yang tidak disetujuinya karena mempolitisir urusan AURI. Namun hubungannya dengan KASAU terlanjur memburuk .

Wiweko berusaha mengklarifikasi berita-berita tidak benar tersebut, namun tanggal 27 Januari 1954 Wiweko terkena status tahanan rumah. Tanggal 20 Maret 1954 statusnya dirubah menjadi tahanan kota sampai dicabut tanggal 21 Juni 1955. Dipindahkan ke staf Kementerian Pertahanan, Wiweko adalah satu-satunya perwira yang tidak mau keluar dari AURI meski terkena dampak situasi konflik politik. Akhirnya Wiweko yang diminta berhenti, bersedia asal disekolahkan dengan biaya Negara. Tahun 1956 pula berangkat di University of California, Berkeley sebagai anggota staf Angkatan Perang RI. Wiweko meraih gelar MBA dibidang transportation pada tahun 1959, serta sarjana ekonomi pada tahun 1960. Selama kuliah Wiweko juga mendapat lisensi Penerbang Komersial (CPL) dengan rating multi engine (1957). Tanggal 1 Juni 1960, Wiweko menerima lisensi yang sama dari jawatan Penerbangan Sipil Indonesia. Bahkan saat di Amerika pula mendapat lisensi sebagai penerbang layang dan Observer resmi dari Soaring Society Of America.

Terbang Melintasi Pasifik Seorang Diri

Sekembali dari tugas belajar di Berkeley, Wiweko ditempatkan sebagai staf ahli Kepala Staf APRI. Namun dia sempat menjadi penerbang pembasmi hama di perkebunan tembakau PPN-Baru, Sumatera Utara antara Februari sampai dengan Juni 1961 dan waktu yang sama tahun 1962. Mulai I November 1962, dengan gelar SE dan MBA dari Berkeley, Wiweko diangkat menjadi dosen luar biasa pada FE-UI Jakarta dengan mata kulah Transportation Management. Pada 1 September 1063 diangkat sebagai Lektor Kepala Luar Biasa dengan mata kuliah yang sama. Wiweko berhenti dari tugasnya sebagai dosen luar biasa pada tanggal 1 Oktober 1967, sewaktu kesibukannya sebagai penerbang dan pengelola penerbangan di Permina dan BI banyak menyita waktu dan perhatiannya. Mulai tanggal 11 September 1963 Wiweko ditunjuk sebagai Kepala Bagian Penerbangan PN Pertambangan Minyak Nasional (Permina). Tanggal 1 April 1964 dia diangkat menjadi Penasihat Presiden Direktur Permina untuk urusan perkapalan.

Wiweko dipindah tugaskan sebagai tenaga ahli Bank Indonesia urusan penerbangan pada tanggal 23 Juni 1966. Tanggal 24 Agustus 1966 bersama empat kapten penerbang dan seorang tehnisi berangkat ke AS untuk berlatih di Beech Aircraft Factory, selama satu bulan. Saat itu lima pesawat Beechcraft Super H-18 pesanan BI sedang dirakit. Pesawat ini dimodifikasi agar dapat diterbangkan oleh seorang penerbang saja. Pesawat ini juga dilengkapi peralatan radar cuaca, autopilot, avionic serta komunikasi yang cukup canggih. Bahkan salah satu pesawat Beechcraft Super H-18 diterbangkannya sendirian melintasi Samudra Pasifik . terbang dari Auckland, AS ke Jakarta selama enam puluh jam, dengan mengisi bahan baker di Honolulu, Wake Island, Guam dan Manila.

Menjadi Direktur Utama Garuda

Suatu hari Jumat pada bulan Februari 1968, Wiweko diminta menghadap Pejabat Presiden. Jendral Suharto memintanya menyehatkan BUMN Garuda Indonesian Airways yang mengalami kesulitan keuangan. Jabatan Direktur Utama dipegangnya selama enam belas tahun, mulai 17 Februari 1968 hingga 17 November 1984. Mulai berumur 45 hingga 61 tahun, Wiweko memiliki rating dari semua pesawat yang dimiliki oleh Garuda. Sistem manajemennya yang ketat, berhasil membangun sebuah penerbangan dengan armada jet terbesar di Asia Tenggara tanpa subsidi pemerintah. Lisensi Airline Transport Pilot (ATPL) dari AS diperolehnya tanggal 23 september 1977 dan ATPL RI diperolehnya pada tanggal 1 Desember 1977.

Pada akhir jabatan Wiweko, November 1984, Garuda memiliki 79 pesawat Jet, terdiri dari empat jumbo B-747-200, enam DC-10, sembilan Airbus A-300-B4, 24 DC-9 dan 36 F-28. Serta cash surplus tunai sebesar 108 juta dollar AS. Armada Garuda menjadi terbesar kedua di Asia setelah Japan Air Lines. Gayanya mengatur perusahaan cukup unik dan keras. Banyak komentar mengenai gaya kepemimpinannya, namun Wiweko memberi komentar, “ Since my youth I’ve not been the most popular member of the human race”.

Istri tercintanya, Mieke berpulang mendahuluinya pada tanggal 30 September 1998 di RS. Pelni Jati Petamburan. Sejak saat itu Wiweko meras akosong. Dua tahun kemudian, Hari Jumat, 8 September 2000, Wiweko yang telah beberapa lama di rawat di RS.St Carolus karena sakit prostat, menyusul berpulang ke Rahmatullah pada pukul 11.30. Dua puluh empat jam terakhir Wiweko terus menerus bertakbir “Allahu-Akbar”, lalu manusia udara sejati ini berpulang dengan wajah tenang. Wiweko dilepas dengan upacara Kehormatan Militer penuh, jasadnya diistirahatkan dekat istrinya Mieke, di TPU Jeruk Purut Cipete. Bangsa dan Negara ini telah kehilangan salah satu putra dirgantara terbaiknya.

Sumber : http://budhiachmadi.wordpress.com/2009/09/05/wiweko-soepono/

(Sejarah) Pembuatan Pesawat di Indonesia












rancangan Wi-weko Soepono diberi tanda WEL-X yang dibuat pada tahun 1948, dengan menggunakan mesin Harley Davidson Kemudian kegiatan ini terhenti karena pecahnya pemberontakan Madiun dan agresi Belanda


Pesawat Buatan Indonesia
Bung Karno dalam pidato di Hari Penerbangan Nasional 9 April 1962 mengatakan : "…, tanah air kita adalah tanah air kepulauan, tanah air yang terdiri dari beribu-ribu pulau yang dipisahkan satu dari yang lain oleh samudra-samudra dan lautan-lautan. … tanah air kita ini adalah ditakdirkan oleh Allah SWT terletak antara dua benua dan dua samudra. Maka bangsa yang hidup di atas tanah air yang demikian itu hanyalah bisa menjadi satu bangsa yang kuat jikalau ia jaya bukan saja di lapangan komunikasi darat, tetapi juga di lapangan komunikasi laut dan di dalam abad 20 ini dan seterusnya di lapangan komunikasi udara."


Pada tahun 1938 atas permintaan LW. Walraven dan MV. Patist - perancang PK.KKH - dibuat lagi pesawat lebih kecil di bengkel Jl. Kebon Kawung, Bandung.


Pesawat PK.KKH yang dibuat tahun 1937 di Bandung , di mana putera-putera Indonesia terlibat dalam proses pembuatannya.

Selain itu juga pada tahun 1948 berhasil dibuat pesawat terbang bermotor dengan mempergunakan mesin motor Harley Davidson diberi tanda WEL-X hasil rancangan Wiweko Soepono dan kemudian dikenal dengan register RI-X. Era ini ditandai dengan munculnya berbagai club aeromodeling, yang menghasilkan perintis teknologi dirgantara, yaitu Nurtanio Pringgoadisurjo.

pada 1 Agustus 1954 berhasil diterbangkan prototip "Si Kumbang", sebuah pesawat serba logam bertempat duduk tunggal yang dibuat sesuai dengan kondisi negara pada waktu itu. Pesawat ini dibuat tiga buah.
SIKUMBANG NU-200
Pada 24 April 1957, Seksi Percobaan ditingkatkan menjadi Sub Depot Penyelidikan, Percobaan & Pembuatan berdasar Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara No. 68.
Setahun kemudian, 1958 berhasil diterbangkan prototip pesawat latih dasar "Belalang 89" yang ketika diproduksi menjadi Belalang 90. Pesawat yang diproduksi sebanyak lima unit ini dipergunakan untuk mendidik calon penerbang di Akademi Angkatan Udara dan Pusat Penerbangan Angkatan Darat. Di tahun yang sama berhasil diterbangkan pesawat oleh raga "Kunang 25". Filosofinya untuk menanamkan semangat kedirgantaraan sehingga diharapkan dapat mendorong generasi baru yang berminat terhadap pembuatan pesawat terbang.


UPAYA PENDIRIAN INDUSTRI PESAWAT TERBANG
Sesuai dengan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dan untuk memungkinkan berkembang lebih pesat, dengan Keputusan Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara No. 488, 1 Agustus 1960 dibentuk Lembaga Persiapan Industri Penerbangan/LAPIP. Lembaga yang diresmikan pada 16 Desember 1961 ini bertugas menyiapkan pembangunan industri penerbangan yang mampu memberikan dukungan bagi penerbangan di Indonesia. Mendukung tugas tersebut, pada tahun 1961 LAPIP mewakili pemerintah Indonesia dan CEKOP mewakili pemerintah Polandia mengadakan kontrak kerjasama untuk membangun pabrik pesawat terbang di Indonesia. Kontrak meliputi pembangunan pabrik , pelatihan karyawan serta produksi di bawah lisensi pesawat PZL-104 Wilga, lebih dikenal Gelatik. Pesawat yang diproduksi 44 unit ini kemudian digunakan untuk dukungan pertanian, angkut ringan dan aero club.

Dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, tahun 1965 melalui SK Presiden RI - Presiden Soekarno, didirikan Komando Pelaksana Proyek Industri Pesawat Terbang (KOPELAPIP) - yang intinya LAPIP - ; serta PN. Industri Pesawat Terbang Berdikari. Pada bulan Maret 1966, Nurtanio gugur ketika menjalankan pengujian terbang, sehingga untuk menghormati jasa beliau maka LAPIP menjadi LIPNUR/Lembaga Industri Penerbangan Nurtanio. Dalam perkembangan selanjutnya LIPNUR memproduksi pesawat terbang latih dasar LT-200, serta membangun bengkel after-sales-service, maintenance, repair & overhaul.

Pada tahun 1962, berdasar SK Presiden RI - Presiden Soekarno, didirikan jurusan Teknik Penerbangan ITB sebagai bagian dari Bagian Mesin. Pelopor pendidikan tinggi Teknik Penerbangan adalah Oetarjo Diran dan Liem Keng Kie. Kedua tokoh ini adalah bagian dari program pengiriman siswa ke luar negeri (Eropa dan Amerika) oleh Pemerintah RI yang berlangsung sejak tahun 1951. Usaha-usaha mendirikan industri pesawat terbang memang sudah disiapkan sejak 1951, ketika sekelompok mahasiswa Indonesia dikirim ke Belanda untuk belajar konstruksi pesawat terbang dan kedirgantaraan di TH Delft atas perintah khusus Presiden RI pertama. Pengiriman ini berlangsung hingga tahun 1954. Dilanjutkan tahun 1954 - 1958 dikirim pula kelompok mahasiswa ke Jerman, dan antara tahun 1958 - 1962 ke Cekoslowakia dan Rusia.

Perjalanan ini bertaut dengan didirikannya Lembaga Persiapan Industri Pesawat Terbang (LAPIP) pada 1960, pendirian bIdang Studi Teknik Penerbangan di ITB pada 1962, dibentuknya DEPANRI (Dewan Penerbangan dan Antariksa Republik Indonesia) pada 1963. Kemudian ditindaklanjuti dengan diadakannya proyek KOPELAPIP (Komando Pelaksana Persiapan Industri Pesawat Tebang) pada Maret 1965. Bekerjasama dengan Fokker, KOPELAPIP tak lain merupakan proyek pesawat terbang komersial. Sementara itu upaya-upaya lain untuk merintis industri pesawat terbang telah dilakukan pula oleh putera Indonesia - B.J. Habibie - di luar negeri sejak tahun 1960an sampai 1970an. Sebelum ia dipanggil pulang ke Indonesia untuk mendapat tugas yang lebih luas. Di tahun 1961, atas gagasan BJ. Habibie diselenggarakan Seminar Pembangunan I se Eropa di Praha, salah satu adalah dibentuk kelompok Penerbangan yang di ketuai BJ. Habibie.
GELATIK PZL-104
PZL-Okecie PZL-104 Gelatik-C



Masi Inget gk klo Indonesia pernah bikin pesawat... untung ada Mr Habibie(bukan HabibiDXXX ) Ini Info Yang Bikin Kita Bangga!

CN-235 adalah pesawat angkut jarak sedang dengan dua mesin turbo-prop. Pesawat ini dikembangkan bersama-sama antara CASA di Spanyol and IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebagai pesawat terbang regional dan angkut militer. Versi militer CN-235 termasuk patroli maritim, surveillance dan angkut pasukan.

Pesawat Buatan Indo Di Pake Turki Man!

Desain dan Pengembangan

CN-235 diluncurkan sebagai kerjasama antara CASA dan IPTN. Kedua perusahaan ini membentuk perusahaan Airtech company untuk menjalankan program pembuatan CN-235. Desain dan produksi dibagi rata antara kedua perusahaan. Kerjasama hanya dilakukan pada versi 10 dan 100/110. Versi-versi berikutnya dikembangankan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.

Desain awal CN-235 dimulai pada Januari 1980, purnarupa pesawat terbang perdana pada 11 November 1983. Sertifikasi Spanyol dan Indonesia didapat pada tanggal 20 Juni 1986. Pesawat produksi terbang pertama pada 19 August 1986. FAA type approval didapat pada tanggal 3 Desemebr 1986 sebelum akhirnya terbang pertama untuk pembeli pesawat pada tanggal 1 Maret 1988.

Pada tahun 1995, CASA meluncurkan CN-235 yang diperpanjang, C-295

Penjaga Pantai Amerika Serikat / U.S. Coast Guard membeli CN-235 (diberi kode HC-144A) di bawah program pesawat maritim jarak sedang (MRSMPA).[1] Pesawat HC-144A pertama dikirim EADS CASA ke Lockheed Martin untuk dipasang alat-alat untuk misi maritim pada bulan December 2006.[2]

Pada bulan Agustus 2006, 3 CASA CN-235-10 masih terbang, dua dengan Safair dan satu Tiko Air, kedua-duanya di Afrika.[3] Asian Spirit juga mengoperasikan CN-235-220 di Filipina (informasi bulan June/July 2007).

Irish Air Corps mengoperasikan dua buah 2 CN-235 untuk patroli maritim.


CASA -CN-235-300

PT.Dirgantara Indonesia :

* CN-235-10 :
Versi produksi awal (diproduksi 15 buah oleh masing-masing perusahaan), menggunakan mesin GE CT7-7A
* CN-235-110 :
Secara umum sama dg seri 10 tetapi menggunakan mesin GE CT7-9C dalam nasel komposit baru ,mempunyai sistem kelistrikan, peringatan dan lingkungan yang lebih maju dibanding seri 100 milik CASA.
* CN-235-220 :
Versi Pengembangan. Pembentukan kembali struktur untuk bobot operasi yang lebih tinggi , pengambangan aerodinamik pada tepi depan sayap sayap dan kemudi belok, pengurangan panjang landasan yang dibutuhkan dan penambahan jarak tempuh dengan beban maksimum (MTOW=Maximum Take Off Weight)
* CN-235 MPA :
Versi Patroli Maritim, dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan misi ( mulai mendekati fase operasional dan hadir dalam singapore airshow 2008 ).
* CN235-330 Phoenix :
Modifikasi dari seri 220, ditawarkan IPTN ( dengan avionik Honeywell baru, EW system ARL-2002 dan 16.800 kg MTOW ) kepada Royal Australian Air Force untuk Project Air 5190 tactical airlift requirement, tapi dibatalkan karena masalah keuangan pada tahun 1998


EADS CASA :

* CN-235-10 :
Versi produksi awal (diproduksi 15 buah oleh masing-masing perusahaan), menggunakan mesin GE CT7-7A
* CN-235-100 :
Secara umum sama dengan seri 10 tetapi menggunakan mesin GE CT7-9C dalam nasel komposit baru
* CN-235-200 :
Versi Pengembangan dengan pembentukan kembali struktur pesawat untuk bobot operasi yang lebih tinggi , pengambangan aerodinamik pada tepi depan sayap dan kemudi belok, pengurangan panjang landasan yang dibutuhkan serta penambahan jarak tempuh dengan beban maksimum
* CN-235-300 :
Modifikasi CASA pada seri 200,dengan avionik Honeywell. Kelebihan lain termasuk pengembangan sistem tekanan dan fasilitas instalasi opsional roda depan ganda.
* CN-235 ASW/ASuW/MPA :
Versi Maritim
* C-295 :
Versi dengan badan lebih panjang, beban 50% lebih banyak dan mesin baru PW127G.


CASA CN-235 Angkatan Udara Spanyol

Spesifikasi (CN-235-100/110)

Karakteristik Umum
Casa Cn 235
Casa CN 235

* Kru: 2(dua) pilots
* Kapasitas: sampai 45 penumpang
* Panjang: 21.40 m (70 ft 3 in)
* Bentang sayap: 25.81 m (84 ft 8 in)
* Tinggi: 8.18 m (26 ft 10 in)
* Area sayap: 59.1 m² (636 ft²)
* Berat Kosong: 9,800 kg (21,605 lb)
* Berat Isi: 15,500 kg (16,500 kg Military load) ( lb)
* Maksimum takeoff: 15,100 kg (33,290 lb)
* Tenaga Penggerak: 2× General Electric CT79C turboprops, 1,395 kW (1,850 bhp) each

Kemampuan

* Kecepatan Maksimum: 509 km/j (317 mpj)
* Jarak: 796 km (496 mil)
* Ketinggian Maks: m ( ft)
* Daya Menanjak: 542 m/min (1,780 ft/min)
* Beban Sayap Maks: kg/m² ( lb/ft²)
* Power/berat: kW/kg ( hp/lb)


CASA CN-235M-100 Angkatan Udara Maroko

Operator Militer

* Botswana Air Force
* Tentera Udara Diraja Brunei (1)
* Chilean Air Force
* Colombian Air Force
* Ecuadorian Air Force
* French Air Force
* Gabonese Air Force
* Irish Air Corps (2 x CN235MP)
* Tentera Udara Diraja Malaysia (8 x CN235-220)
* Moroccan Air Force
* Pakistan Air Force (4 x CN235-220)
* Panama
* Papua New Guinea
* Royal Saudi Air Force
* South African Air Force
* South Korean Air Force (20)
* Thai Air Force (10 dipesan dari IPTN/DI)
* TNI AU
* Turkish Air Force
* UAE Navy
* Bendera Amerika Serikat Amerika Serikat: U.S. Coast Guard sebagai HC-144A untuk program Medium Range Surveillance Maritime Patrol Aircraft (MRSMPA)



Militer

* Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
* Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
* Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
* Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
* Botswana: Angkatan Udara Botswana
* Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
* Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100) satu jatuh di Antartika
* Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
* Gabon: Angkatan Udara Gabon
* Indonesia: Angkatan Udara Indonesia (mengoperasikan CN235-100M, CN235-220M, CN235MPA)
* Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
* Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
* Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
* Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
* Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
* Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
* Panama: Angkatan Udara Panama
* Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
* Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
* Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
* Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 ASW/ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
* Venezuela: Angkatan Laut Venezuela (2 dipesan kemudian dibatalkan)
* Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)

Pemerintah dan paramiliter

* Thailand: Polisi Thailand (1 CN235-300)

CN-235 Di Spanyol


CN-235 Di Dunia

SUMBER : http://www.astanajava.co.cc/2009/12/pesawat-buatan-indonesia.html

Sejarah Aeromodelling


Aeromodelling adalah kegiatan olahraga dirgantara yang terkait dengan perencanaan, perancangan, pembuatan, dan penerbangan pesawat model. Sedangkan pesawat model adalah pesawat udara tak berawak dengan batasan-batasan tertentu yang meliputi batasan ukuran pesawat, batasan mesin dan batasan bentuk. Pesawat tak berawak untuk untuk keperluan pengintaian atau untuk misi ke luar angkasa oleh misalnya oleh militer atau badan luar angkasa, akan disebut sebagai Pesawat tak Berawak atau UAV, Unmanned Air Vehicle dan tidak termasuk pada kategori aeromodelling.

Di Indonesia, aeromodelling sudah ada sejak tahun 1945 bersamaan dengan dirintisnya pembuatan pesawat layang pertama di Yogyakarta ( Aeromodeller dan Pandu Udara ) dan berkembang ke kota-kota besar, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Solo. Dalam perkembangannya aeromodelling tidak lepas dari peran TNI AU sampai sekarang. Lebih lengkapnya, mengenai sejarah aeromodelling bisa dibaca di artikel "Sejarah Aeromodelling".

Organisasi

PORDIRGA Aeromodelling FASI adalah sebuah organisasi olah raga dirgantara yang merupakan alat organisasi dari PB FASI (Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia) yang menangani bidang Aeromodelling dengan wewenang nasional. Organisasi inil juga membawahi Pengda-pengda Aeromodelling di seluruh Indonesia. Club-club aeromodelling, berdiri dibawah naungan masing-masing Pengda.

Apakah aeromodelling itu ? Aeromodelling adalah suatu kegiatan yang mempergunakan sarana pesawat terbang miniatur ( model ) untuk tujuan rekreasi, edukasi dan olah raga.

Kegiatan ini umumnya digemari oleh peminat ilmu pengetahuan dan teknologi secara perorangan ataupun yang tergabung dalam organisasi sosial kemasyarakatan, yang digunakan untuk menyebarluaskan minat kedirgantaraan di bidang aeromodelling seperti Pramuka melalui kegiatan SAKA ( Satuan Karya ) Dirgantara , Karang Taruna , UKM ( Unit kegiatan Mahasiswa ) di kampus-kampus serta perkumpulan-perkumpulan olah raga kedirgantaraan.

Para peminat aeromodelling yang ingin memulai kegiatan ini dapat berkunjung atau menghubungi perkumpulan aeromodelling setempat atau yang terdekat untuk mendapatkan informasi-informasi dan bimbingan teknis. Disamping itu dapat juga diperoleh melalui massa baik cetak dan elektronik tentang kedirgantaraan pada umumnya dan aeromodelling pada khususnya.

Apabila sudah didapat perkumpulan aeromodelling setempat, para peminat sedapat mungkin meyempatkan diri untuk menyaksikan peragaan penerbangan aeromodelling pada acara-acara latihan, demonstrasi dan pameran kedirgantaraan.

Setelah itu biasanya peminat dapat menentukan jenis penerbangan model yang mana paling diminati, apakah yang bermotor atau tidak , terkendali atau tidak, Radio Control atau Control Line tentunya sesuai dengan kemampuan pengadaan bahan dan peralatan yang diperlukan.

Pada dasarnya peminat aeromodelling ini secara alami terbagi dalama 3 kategori yaitu mereka yang tergabung dalam kategori aeromodelling hanya untuk bersenang-senang ( fun ), aeromodelling sebagai sarana menimba dan memperdalam ilmu pengetahuan serta aeromodelling sebagai sarana pencapaian prestasi olah raga kedirgantaraan. Pada umumnya kategori dua yang terakhir saling berhubungan erat dan konsisten dalam menjalankan kegiatan ini.

Kegiatan aeromodelling tidak semata-mata mempersiapkan remaja untuk berprofesi dalam dunia dalam dunia penerbangan karena ada 2 pengaruh sosial yang pertama yaitu melatih ketekunan, kesabaran dan ketelitian serta menikmati keindahan , kedua mendapatkan nilai tambah/bekal untuk berkarir di dalam dunia penerbangan.

Sejarah aeromodelling

Olahraga Aeromodelling merupakan olahraga Dirgantara yang tumbuh bersama-sama dengan dunia penerbangan baik sipil maupun militer. Di Indonesia pertama kali timbul di lingkungan TNI - AU melalui Kepanduan Pramuka Dirgantara.

Kegiatan pembuatan pesawat model ini dimulai sejak tahun 1946 bersamaan dengan dirintisnya pembuatan pesawat layang pertama di Yogyakarta ( Aeromodeller dan Pandu Udara ) dan berkembang ke kota-kota besar, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Surakarta.

Untuk menampung peminat yang makin banyak maka AURI ( TNI AU ) memberikan wadah "BIRO AERO CLUB" yang dibina oleh Kapten G. Reuneker, dan untuk pertama kalinya diadakan perlombaan pada tanggal 27 Januari 1952 di Pangkalan Udara Cililitan / Halim Perdanakusuma Jakarta yang diikuti Club-Club Aeromodelling kota-kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan.
Pada 9 April 1953 Biro Aero Club membuka kursus Aeromodelling di Jakarta yang mendapat perhatian besar dari masyarakat. Menyusul perlombaan selanjutnya pada tanggal 17 Mei 1954, yang diikuti oleh Aero Club Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Banjarmasin, Makasar, Ambon dan perlombaan ini dilaksanakan setiap tahun.

Juni 1954 untuk pertama kalinya diadakan perkemahan Pandu Udara di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma yang dihadiri oleh 80 Pandu Udara dari seluruh Indonesia. Di dalam perkemahan ini dilaksanakan perlombaan kedirgantaraan. Perlombaan ini merupakan percobaan jajak pendapat untuk melihat animo masyarakat. Tujuan utamanya adalah untuk mendidik pelatih-pelatih khusus hingga pada tahun 1955 telah tercatat 35.000 anggota Pandu Udara di seluruh Indonesia.

Kegiatan Aero Club mulai nampak dengan berdirinya Aero Club di kota-kota besar antara lain : Aviantara di Bandung, Jakarta Aero Club di Jakarta, Pemudara dan Yan Debrito di Yogyakarta, Surakarta Aero Club di Surakarta, Malang Aero Club di Malang.
Perlombaan tahun 1957, bagi pemenang / juara perlombaan dipilih untuk dikirim ke Yugoslavia mengikuti pendidikan Terbang Layang.Tahun 1960 TNI AU bekerja sama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ( P&K ) menyelenggarakan pendidikan Kursus Aeromodelling dan Peroketan (K.A.P) bertempat di Wing Pendidikan 04 Lanud Adi Sumarno.
Pendidikan K.A.P ini diikuti oleh siswa-siswa daerah, baik anggota TNI, Sipil TNI, Guru maupun Pramuka. K.A.P berjalan sampai beberapa periode. Dari hasil pendidikan K.A.P tumbuh masukan-masukan / usul-usul daerah untuk menghimpun perkumpulan-perkumpulan / club-club Aeromodelling dalam satu organisasi.

Dari masukan-masukan / usulan-usulan, Letnan Suhartono ( Kepala Kursus Aeromodelling dan Peroketan ) memprakarsai untuk mengadakan pertemuan membahas organisasi Aeromodelling.
Tahun 1962 di Hotel Merdeka Solo terlaksana diselenggarakan Rapat Rencana Pembentukan Organisasi Aeromodelling, yang dipimpin oleh Letnan Suhartono.
Dari hasil rapat disepakati terbentuknya Organisasi Aeromodelling dengan nama Federasi Aeromodelling Seluruh Indonesia disingkat FASI, yang kemudian nama FASI dijadikan nama dari induk seluruh cabang olahraga dirgantara di Indonesia. Sebagai pusat Organisasi adalah kota Solo di Skadik 011 Wing pendidikan 04, khususnya dalam mengembangkan olahraga dirgantara dikalangan Pramuka.

Pada tahun 1966 telah diadakan kerjasama antara kwartir nasional Gerakan Pramuka dengan kepala staf TNI Angkatan Udara, dengan membentuk satuan karya Dirgantara / Kompi-Kompi Pramuka Angkasa dengan menyelenggarakan pendidikan diantaranya Aeromodelling. Dalam upacara pembukaannya ditandai dengan demonstrasi Aeromodelling, Terbang Layang, Terjun Payung, Pesawat Bermotor serta peluncuran Roket yang diselenggarakan di Pulo Mas dengan Inspektur Upacara Bung Karno.

Untuk tinggal landas digunakan jalan By Pass sebagai landasan pesawat terbang layang dengan pesawat penarik AUSTER dan di Senayan Jakarta. Tanggal 10 s/d 20 November 1968 diselenggarakan Loka Karya Nasional Pramuka dengan ANUDIRGA ( Andalan Nasionala Urusan Dirgantara ) Bapak Kardono di Jakarta ( Halim Perdanakusuma ).
Olahraga Aeromodelling ini dilombakan baik tingkat nasional, regional maupun internasional. Sejak tahun 1978 olahraga ini sebagai cabang yang dilombakan ekshibisi di PON ( Pekan Olahraga Nasional ) sampai PON XI 1981. Namun pada PON XII tahun 1989 cabang olahraga Aeromodelling tidak lagi diperlombakan / dipertandingkan. Kemudian pada tahun 2000 mulai lagi dilombakan dalam PON XV di Jawa Timur. Selain melaksanakan / mengikuti lomba Aeromodelling juga mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan PB FASI seperti Jambore Aero Sport, Safari FASI dan lainnya.

Written by Yan Fajar Azwar//aeromodelling.or.id

Kamus Aeromodelling

3D
Sebuah bentuk gaya terbang. dengan karakter terbang akrobatik special yang umumnya di bawah kecepatan stall. contohnya torque rolls, 'walk in the park', harriers, hangers, etc.

ABC / Non-Ringed
Umumnya istilah ini terdengar di mesin nitro, ABC merupakan singkatan dari A = Aluminium, B= Brass, C = chrome atau Composite seperti Nickel
Engine type ini mengunakan piston aluminium and Silinder Liner dari Chrome atau composite coated brass yang menjadikan mesin lebih efisien untuk performa tinggi. Mesin Ini tidak menggunakan ring piston and piston dengan silinder liner sangat ketat. Mesin ABC terbaru seperti JBA Engine, umumnya susah/berat untuk diputar
as nya dengan tangan. Karena sangat ketatnya itu sangat tidak dianjurkan untuk memutar ass mesin dengan tangan tanpa adanya fuel yang masuk.

Adjustable Travel Volume (ATV)
ATV digunakan untuk mengeset maksimum travel servo disetiap sisi dari titik netral servo. Setting ATV berguna agar servo bergerak sesuai control yang kita inginkan yang akan mempengaruhi gaya terbang atau style.

Aerobatics
Atraksi gerakan "akrobatik" atau stan manuver di udara, seperti loops, rolls dan lain lain.

After Run Oil
Pelumas khusus yang di desaign untuk menghilangkan sisa sisa fuel yang tidak terbakar. Fuel dapat menyebabkan korosi atau karat di beberapa bagian mesin. Dengan menggunakan after run oil, sisa fuel dihilangkan, dan bagian mesin beri lapisan pelindung baru. cara murah untuk merawat mesin dan menjaga agar mesin berumur panjang.

Ailerons
Permukaan kontrol yang berada pada ujung belakang sayap, di gunakan untuk berbelok dengan gerakan yang berkebalikan (satu ke atas, satu kebawah). Satu aileron akan mendorong udara keatas dan satu aileron akan mendorong udara kebawah. ini akan membuat pesawat berbelok
atau melakukan gerakan roll, Jadi kalo roll kekanan, maka aileron kanan akan naik.

Airfoil
Bentuk sayap ketika di lihat dari samping. biasanya berbentuk seperti tetes air

Amphibian
Pesawat yang dapat melakukan take off atau landing di darat dan di air, dengan design seperti hull kapal, atau dengan menggunakan float. sebuah pesawat ampibi dapan mendarat pada air dan kemudian mengeluarkan roda untuk naik kedaratan.

Angle of Attack
Sudut pada sayap untuk membelah udara pada saat terbang, semakin sudut bertambah akan semakin mengapung tapi akan menghasilkan hambatan pada laju pesawat sesuai dengan sudut yang digunakan.

Area
Angka, biasanya ditunjukan dengan satuan inci persegi atau kaki untuk menunjukan luasan sayap.

ARF
Istilah Model, yang menunjukan bawah model pesawat/ heli hampir siap terbang, namun masih menambahkan beberapa items lagi agar siap benar benar terbang, seperti engine dll.
Istilah ARF sekarang di gunakan juga pada pesawat electric, namun di indonesia di artikan sedikit berbeda, dimana ARF electric di indonesia memiliki arti pesawat electric tersebut sudah termasuk servo, motor, esc, propeller atau bahkan battery dan charger.

Axis
garis imaginer dimana bodi berputar ke kiri atau kanan.

Backlash
Suatu yang menyatakan kondisi roda pesawat, terlalu kendor hingga terjadi slip atau terlalu kencang, dan akibat yang di hasilkannya

Ball Link
Penghubung menggunakan sebuah bola dan sebuah link berbentuk lingkaran yang mengelillingi bola, digunakan untuk menghubungkan servi ke kontrol permukaan penggerak seperti rudder dll.

Base Load Antenna
Antena pendek pada model, yang digunakan untuk menggantikan model antena panjang

Battery Eliminator Circuitry (BEC)
Sebuah rangkaian electronica yang digunakan untuk menurunkan tegangan (volt) agar tercapai tegangan yang di butuhkan oleh receiver. BEC umumnya digunakan pada RC electric, namun juga sekarang digunakan pada RC bermesin apabila menggunakan lithium baterai

BB
Singkatan ini menunjukan istilah BALL BEARING pada crankshaft (krek as ) mesin RC. Ball bearing akan membuat mesin lebih halus dan tahan lama.

Binding
Sesuatu kondisi yang terjadi dimana servo bekerja melebihi kekuatan lingkage atau lingkage terlalu panjang atau pendek .

Blade Balancer
disebut juga "'prop balancer" pada pesawat. Digunakan untuk melihat keseimbangan propeller atau blade dari sisi ke sisi untuk menghilangkan getaran.

Blade Strike
Suatu kondisi dimana propeller/blade menghantam obyek lain. kelihatannya seperti kerusakan minimal, namun blade atau propeller harus diperiksa secara hati hati dan di perhatikan kualitas kekuatannya untuk keselamatan penerbangan, apabila tidak yakin, lebih baik diganti.

Boring Holes in the Sky
Terbang Fun pada r/c pesawat tanpa mempedulikan pola atau jalur terbang.

Buddy Box (Tandem)
2 transmiter yang sama dihubungkan dengan kabel (trainer cord). ini sangat berguna untuk belajar terbang, atau sama saja pesawat memiliki dual control. Intruktur dapat langsung mengambil alih kontrol pesawat/heli dengan "trainer switch" pada transmitter.

CA (Abbreviation for "Cyanoacrylate")
Instant lem dengan beberapa vikositas, (thin, medium, think dan gel). Type lem ini cocok digunakan untuk pesawat balsa dan material lain. CA memiliki kekuatan yang lebih keras dari super Glue. namun jangan di gunakan pada pesawat dengan bahan foam, karena CA akan melelehkan foam.

Camber
Jika kamu menggambar sebuah garis melalui bagian tengah airfoil secara tepat membagi dua antara bagian atas dan bagian bawah, kamu mendapatkan garis airfoil, bentuk garis yang didapat tergantung bentuk sayap, dapat lurus atau melengkung. kurva ini yang disebut "camber" airfoil.
jika terdapat banyak kurva maka disebut sebagai "highly-cambered".

Canard
permukaan horisontal di depan sayap, digunakan untuk mengontrol pitch, ini di temukan di beberapa jenis pesawat. Juga kata yang digunakan untuk menggambarkan pesawat yang memiliki sayap utama dan permukaan kontrol horisontal di hidung pesawat, atau di sebut "tail first" aircraft.

Carburetor
Bagian pada mesin yang mengontrol kecepatan dan setingan gas, pencampuran bahan bakar dan udara melalui needle valve (see needle valve)

Center of Pressure
garis imaginer pada chord airfoil dimana semua kekuatan aerodinamis diasumsikan beban terbesar

CG ("Center of Gravity")
Istilah ini termasuk kategori paling penting pada rc aeromodeling dan harus benar benar diperhatikan. CG merupakan point pada model dimana keseimbangan model terbentuk baik keseimbangan bagian depan ataupun bagian belakang. Point ini sangat kritis, dimana pada saat pesawat telah terbang. Keseimbangan CG akan sangan menentukan. Pesawat dengan berat pada bagian ekor (tail heavy) akan sangat lincah, tapi sangat tidak stabil dan memiliki faktor stall yang sangat tinggi. Jika pesawat lebih berat pada bagian depan (nose heavy) pesawat akan memiliki karakter terbang track yang bagus, namun kurang responsif pada bagian control input, yang akhirnya pesawat akan drop apabila dalam posisi terbang pelan. hal ini akan menyusahkan pada waktu landing dan harus terus mengangkat hidung pesawat. Pesawat nose heavy akan landing dengan sempurna apabila melakukan landing dengan kecepatan tinggi.

Chandelle
Semuah gerakan menanjak tajam dimana pesawat berputar arah 180°

Channel
Nomor frekwensi yang digunakan radio untuk mengirim signal ke receiver. jika radio melakukan transmisi pada frekwensi yang sama, dapat terjadi glitching pada receiver dengan no frekwensi tersebut. Untuk menghindari tabrakan signal, maka clubs memiliki frekwensi kontrol untuk memastikan hanya 1 radio yang menyala apabila memiliki frekwensi yang sama. Jika tidak ada tanda, jangan gunakan radio sampai anda yakin tidak ada frekwensi yang sama digunakan pada saat itu

Channel
Nomor pada fungsi radio yang dapat dikontrol, contoh sebuah 8 channel radio memiliki slot untuk 8 servo yang dapat digunakan terpisah. channel ini juga bisa digabungkan dengan channel lain pada beberapa radio seperti collective, dimana pitch servo bergerak, throtle servo juga bergerak.

Charger
Digunakan untuk merecharge baterai, charger standard di dapat pada waktu pembelian radio. namun ada juga charger optional yang dapat melakukan recharge untuk semua type baterai. biasanya charger type ini memiliki kecepatan charge yang lebih tinggi.

Chicken Stick
Tongkat yang digunakan untuk menyalakan mesin secara manual tanpa alat starter.

Clunk
Pemberat pada bagian dalam tangki bahan bakar yang dihubungkan ke selang fuel. untuk menjaga agar selang selalu terendam oleh fuel.

Coning
efek bending yang terjadi pada rotor heli atau propeller/ blade ketika tegang.

Control Surface
apapun yang dapat digerakan pada sayap, permukaan ekor belakang atau canard

Conventional Gear
Susunan roda pendaratan pesawat, dimana pesawat terdapat roda utama, roda pada bagian ekor.

Cowl
Sebuah cover yang dibuat disekeliling mesin. Ini memiliki dua tujuan. membuat aliran udara mengalir secara lancar dari bagian depan pesawat, dan juga menghasilkan pengarahan pendinginan udara di sekeliling mesin.

Dead Stick
Istilah yang selalu di teriakan oleh pemain apabila akan melakukan pendaratan tanpa menggunakan mesin. biasa dilakukan apabila mesin mati pada waktu terbang.

Dialed In
Suatu kondisi dimana model dapat di set untuk terbang secara halus dan terprediksi, ini terjadi apabila mekanik dan elektronik bekerja bersama secara sempurna, sehingga menghasilkan performa maksimal.

Dihedral
bentuk V pada sayap, semakin tinggi dilateral semakin stabil pesawat. Dan menyebabkan rudder mengkontrol keduanya roll dan yaw axis. Inilah mengapa beberapa trainer dan glider hanya menggunakan 3 kontrol system pada radio, seperti tidak ada aileron

Disk
kondisi yang mengambarkan bentuk yang terjadi pada rotary wing atau propeller akibat perputaran baling-baling

Dorsal Fin
sirip tambahan pada bagian sirip vertikal pada bagian utama sirip. terhadap body pesawat. Bisa pada bagian atas atau bagian bawah pesawat.

Down Thrust
Sudut mesin yang mengarah ke bawah terhadap central pesawat, downtrrus dapat membantu menghilangkan tendesi pesawat terus naik keatas yang di akibatkan oleh torsi mesin.

Drag
hambatan udara yang terjadi akibat gerakan maju, drag dapat bertambah tergantung dengan apa yang dipasang pada pesawat, seperti spoiler, airbrake atau flap. pada pesawat type lama banyak terdapat drag yang diakibatkan oleh kawat kawat yang terpasang pada pesawat, seperti di sayap. sedang pada pesawat pesawat modern seperti Jet militer sudah memiliki drag yang sangat rendah.

Dual Rates
Fungsi radio yang digunakan untuk mengkontrol sensitivitas

Electric Starter
Electric motor yang dipegang tangan dan digunakan untuk menyalakan mesin pesawat atau heli. menggunakan baterai 12 V

Elevator
Kontrol pitch, yang menyebabkan hidung pesawat naik atau turun, ini akan menyebabkan pesawat bergerak naik keatas atau turun, Menggerakan elevator kebawah akan menyebabkan ekor bergerak keatas dan pesawat menungkik turun, menggerakan elevator ke atas akan menyebabkan ekor pesawat turun kebawah dan pesawat naik (climbing).

Empennage
vertikal atau horisontal permukaan ekor pada pesawat.

Engine
Mesin pada model, dengan bahan bakar metanol atau bensin premium. dua tak atau empat tak, sistem glow engine merupakan yang paling populer di pakai, empat tak dapat membawa propeller lebih besar sehingga banyak digunakan pada pesawat yang membutuhkan torsi dari pada kecepatan.

Epoxy
Lem yang memiliki 2 bagian Resin dan hardener, sangat kuat dan digunakan bada bagian bagian kritis pesawat. terdiri 2 macam : 5 menit dan 60 menit yang digunakan untuk perakitan awal pesawat

Expanded Scale Voltmeter (ESV)
Alat yang digunakan untuk membaca voltasi pada battery receiver atau transmitter

Exponential
Fungsi radio yang digunakan modeler untuk menyetel sensitivitas. ini akan mempertinggi presisi terbang.

Failsafe
Fungsi PCM yang mengerakan servo pada posisi yang telah di program apabila terjadi gangguan signal atau hilang signal

Field Charger
Alat yang dapat mencharge baterai secara cepat, dengan menggunakan sumber 12 volt seperti aki mobil, sehingga mudah dibawa.

Figure 9
Suatu gerakan wajib pada kompetisi, atau gerakan loop yang dilakukan secara jelek. ketika model terbang pada bagian puncak loop, dan terlalu kencang, momentum yang digunakan untuk menjaga agar loop tetap bulat

Fin, Vertical Fin
bagian tetap yang tidak bergerak di bagian ekor vertikal

Flaps
bagian sayap yang berada di samping aileron, pada waktu flap diturunkan akan menghasilkan daya angkat yang tinggi pada sayap, sehinga menghasilkan take off secara pelan atau menurunkan kecepatan landing. flap biasanya tidak terdapat pada model pemula.

Flare
Point pada waktu pendekatan prosedur pendaratan, dimana pilot menaikan sudut elevator untuk memperhalus pendaratan pada saat pesawat menyentuh landasan.

Flight Box
Special box yang di bawa, biasanya berisi semua peralatan yang dibutuhkan di lapangan untuk terbang

Flight Pack (or Airborne pack)
Semua kebutuhan radio yang harus dipasang di dalam pesawat atau heli contoh Receiver, Servos, Battery, Switch Harness.

Floats
Berbentuk panjang, dengan struktur depan seperti hull kapal, digunakan pesawat untuk pendaratan di air. Floot bukan bagian struktur pesawat, di letakan di bawah body pesawat atau disebut juga "Pontoons".

Flutter/flatter
sesuatu kejadian dimana permukaan kontrol elevator atau aileron bereaksi aneh pada waktu terbang. ini kadang kala disebabkan oleh rusaknya struktur permukaan yang dapat menyebabkan pesawat jatuh. Banyak alasan lain, namun yang sering terjadi karena renggangnya hinges, atau lepasnya hubungan push rod dengan kontrol horn, jika terdengan suara mendengung pada waktu terbang, kurangi gas dan segera mendarat, karena itu indikasi flutter.

FM
Frequency Modulation. istilah mode signal transmisi dari transmiter ke receiver.

Frequency Module
Sebuah frekwensi modul di pasang pada transmiter dan digunakan untuk merubah frekwensi radio yang akan digunakan.

Fuel
bahan bakar yang digunakan, dapat berupa metanol, nitro atau bensin tergantung type mesin.

Fuse
Fuselage, body utama

Fuselage
badan Pesawat atau badan Heli

Gain
sensitivitas gyro. jika terlalu rendah, ekor tidak bertahan pada posisi yang benar, jika terlalu tinggi, ekor akan bergetar.

Gasser
Model yang menggunakan mesin berbahan bakar bensin.

Glitch
Problem pada transmisi radio, umumnya tidak pernah terjadi, kecuali terbang di atas pohon atau rawa, namun glitch juga dapat terjadi karena problem lain seperti gangguan frekwensi atau internal trouble.

Glow Fuel
bahan bakar berbahan dasar metanol bercampur oli, digunakan di banyak mesin model. umumnya beberapa fuel menggunakan nitro.

Glow Plug
Busi, Sumber panas yang digunakan sebagai pengapian untuk memicu fuel dan pencampuran udara sehingga terjadi ledakan di dalam mesin. Ketika menyalakan mesin glow plug membutuhkan battery 1.2V untuk pemicu elemen panas agar engine menyala
Setelah mesin menyala, battery dapat dilepaskan dan element kawat yang ada di dalam busi akan tetap menjaga panas dari ledakan yang terjadi didalam silinder mesin (lihat di heading and "Idle Bar"Plug.)

Glow Plug Clip/Battery
A 1.2-volt baterai, yang dihubungkan dengan glow plug pada model engine untuk menyalakan mesin, dan battery di lepas setelah mesin menyala dengan sempurna.

Ground Effect
Efek udara yang terjadi apabila model terbang rendah ke daratan. Ini di hilangkan dengan mengurangi sudut elevator untuk menjaga ketinggian agar konstan ketika terbang rendah atau mendarat.

Gyro
Mekanikal atau Elektronik, digunakan untuk membantu menstabilkan orientasi model terdapat kecenderungan berputar, di eleminasi dengan menggerakan servo secara berkebalikan.
alat ini dapat digunakan di semua axis, namun umumnya digunakan pada rudder atau elevator. Khususnya digunakan untuk 3D atau terbang presisi.

Header Tank
Tangki bahan bakar kecil yang digunakan diantara tangki utama dan carburator. Kegunaan header tank ini untuk menghilangkan gelembung udara pada fuel agar mesin bekerja maksimal.

Hit (or to be hit)
Interence radio yang secara tiba tiba, dan membuat model terbang tidak bisa di kontrol atau bergerak liar. Hal ini terjadi karena adanya seseorang yang menyalakan radio dengan frekwensi yang sama, namun dapat juga dikarenakan oleh radio lain dengan frekwensi sama meskipun berada di tempat yang jauh.

Horizontal Stabilizer
bagian stabiliser pada badan ekor belakang pesawat yang melintang horisontal, yang berfungsi untuk menghasilkan aerodinamis stability untuk pesawat.

Hot Start
Sebuah mesin yang sudah berhenti menyala akan masih akan panas pada waktu tertentu. Pada periode ini, sangat mungkin untuk merestart mesin dengan memutar krek as tanpa menggunakan glow plug starter.

Hover
Sebuah Manuver 3D, sebuah seni terbang tanpa bergerak, juga dikenal dengan nama 'Hanger', pesawat pada posisi tegak lurus keatas dan hanya tergantung pada torsi yang di hasilkan oleh propeller. pesawat akan berdiri diam tidak naik atau turun.
Hover pada heli merupakan manuver basic yang harus dipelajari, dimana heli akan terbang diam.

Hydraulic Lock
Hydraulic Lock terjadi ketika mesin banjir oleh fuel, point dimana piston tidak dapat melakukan kompresi pada ruang bakar, ini dapat mengakibatkan kerusakan mesin jika krek as dipaksa untuk tetap memutar tanpa bisa menghilangkan tekanan. cara untuk menghilangkannya adalah dengan melepas busi, menutup bahan bakar dan memutar krek as agar mesin membuang kompresi.

Incidence Meter
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur sudut yang terbentuk dari pergerakan airfoil

intake
sebuah jalur untuk masuknya udara pada pesawat, seperti carburator intake, jalur pendingin, air conditioning intake (on full size plane) dll, Dinamakan intake karena membawa masuk udara "takein", dan intake lebih enak dalam pengucapan.

Inverted
Terbang dengan posisi terbalik

Kit
Kit merupakan penamaan model dimana, pesawat belum dalam keadaan terakit, umumnya masih dalam bentuk potongan kayu dll.

Landing Gear
kesatuan yang terdiri dari roda pendaratan dan penopangnya. di kenal juga "undercarriage".

Landing Skid
roda pendaratan yang berbentuk seperti rell, digunakan untuk beberapa model yang tidak menggunakan roda, seperti helicopter.

Lateral Balance
balance ( keseimbangan ) pesawat dari Kiri ke kanan atau sisi ke sisi. Pesawat dengan lateral balance yang bagus akan menghasilkan track terbang yang lebih baik pada lintasan lurus, loop atau manuver manuver lain.

Leading Edge (LE)
Bagian terdepan pada sayap atau stabiliser. Bagian ini yang membelah udara pertama kali pada waktu terbang.

Lean
istilah pada setting karburator, lean mengindikasikan dimana pencampuran udara dan bahan bakar tidak sempurna, umumnya karena kurangnya pasokan bahan bakar.
ketika mesin hidup pada posisi lean akan menyebabkan over heat, dan kegagalan mesin.

LG
Landing gear , roda pendaratan

Loop
suatu manuver dimana pesawat berputar secara vertikal dan membentuk lingkaran, pesawat naik, dan berputar sampai ke awalnya dan membentuk bulatan vertikal di udara
A vertical circle in the air. The plane noses up, keeps rotating until it's on its back, and then comes down and around to describe a vertical circle in the air.

mAh (Milliamp Hour)
Ukuran kapasitas baterai, semakin tinggi nomor yang tertera (contoh 600mah, 1500 mah) semakin lama baterai akan dicharge, dan semakin lama baterai dapat digunakan untuk terbang. Umumnya baterai receiver yang digunakan memiliki kapasitas 600mah sampai 1800 mah, dan ada beberapa type baterai yang memiliki kapasitas lebih besar.

Main Gear
Main Landing Gear. merupakan roda utama pesawat yang menopang seluruh berat pesawat. biasanya ada dibawah sayap atau dekat dengan CG pesawat.

Midrange
Power mesin antara idle (langsam) dan full gas.

Mixing
fungsi radio yang menggabungkan 2 atau lebih kontrol dan digabungkan benjadi 1 stik input. Jumlah channel yang bisa digabungkan dan presisi kurva penggabungkannya tergantung transmitter yang digunakan.

Mixture
pencampuran antara udara dan bahan bakar oleh carburator.

Motor
Elektrik motor yang digunakan pada model sebagai pengganti mesin. Elektrik motor tidak berisik dan bersih.

Muffler
Knalpot, sebuah alat yang di pasang pada bagian pembuangan mesin, digunakan untuk mengurangi kebisingan dan meningkatkan tekanan balik pada engine, yang akan meningkatkan performa mesin pada kecepatan rendah.

Needle Valve
Digunakan untuk menyetel pencampuran bahan bakar dan udara di karburator. pada umumnya Jarum berputar searah jarum jam untuk lean, dan sebaliknya untuk richen

NiCd - Nickel Cadmium battery
NiCd - Nickel Cadmium battery. Baterai yang bisa di recharge ulang, umumnya digunakan di radio dan receiver

Nose
bagian depan pada badan model

Nose Gear
strut dan roda yang berada di bawah hidung pesawat.

PCM
Pulse Code Modulation. Modifikasi dari signal FM yang digunakan radio. PCM signal menggunakan kode sehinga lebih bersih signalnya

Peak
point dimana baterai mencapai kapasitas maksimal pada waktu mengecharge.

Peak Charger
Peak charger secara automatis akan mematikan charger apabila baterai yang di charge sudah penuh dan akan menjaga agar baterai tidak mengalami over charge yang dapat merusak baterai.

Pitch Axis
axis pesawat yang dikontrol oleh elevator. Pitch dapat dilihat dengan menahan sayap kiri kanan, gerakan hidung pesawat ke atas dan kebawah yang di sebut pitch axis.
dengan kata lain, gerakan yang terjadi agar pesawat menanjak dan menurun

Pontoons
lihat floats

Power Panel
Panel distribusi 12 volt untuk beberapa accesories fuel pump, glow plug clips, electric stater, menggunakan battery 12 volt sebagai sumber tenaga

PPM
Pulse Position Modulation.kata lain dari FM

Prop Pitch
Sudut baling baling, baling baling pesawat memiliki 2 nomor indikasi. nomor pertama menunjukan panjang propeller, nomor kedua menunjukan pitch atau sudut baling- baling.
pitch menunjukan berapa jarak yang akan ditempuh pesawat setiap 1 rotasi mesin. Contoh 11.5 x 6, 11.5 menunjukan panjang 11.5 inchi, 6 menunjukan pesawat akan bergerak 6 inchi / rotasi

Roll Axis
Axis pesawat dikontrol ailerons. Gerakan pesawat berguling ke kiri atau kanan (roll), atau berbelok kiri kanan, Bank,

RTF - Ready-to-Fly
beberapa pesawat sekarang sudah tersedia dalam bentuk model RTF, dimana pesawat sudah komplit dengan segala sesuatunya untuk terbang begitu keluar dari box, radio system, engine dan semua hardware. Yang oke pada pesawat RTF adalah segala sesuatunya sudah dalam posisi prebuilt, sehingga hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat dan tidak harus memiliki pengetahuan yang mendalam soal perakitan. Cocok bagi yang ingin mulai Terbang, dan mau terbang dengan waktu singkat.

Rudder
Bagian kontrol pesawat yang berada pada stabiliser vertikal. digunakan untuk berbelok ke kiri kekanan secara mendatar

Rx, Receiver
istilah umum yang digunakan untuk receiver

Servo
Komponen radio yang bekerja untuk menggerakan semua sistem kontrol.

Servo Output Arm
Lengan atau roda pada servo untuk menyambungkan servo dengan pushrod

Servo Reversing
Fungsi radio untuk membuat servo bergerak kebalikan.

Slop
Adanya gerakan tidak diinginkan, biasanya disebabkan karena lubang pada servo arms terlalu besar dibandingkan pushrod.
kondisi ini menyebabkan control surface bekerja sendiri tanpa input dari transmitter.

Solo
terbang pertama kali tanpa di dampingi oleh intruktur dari take off sampai landing.

Spinner
bagian pesawat pada bagian depan berbentuk kerucut untuk menutup antara baut pada propeller

Sport Airplane
Model dengan kemampuan beberapa pesawat special. Cocok buat gaya terbang apapun dan buat fun.

Stall
Terjadi apabila sudut pesawat terlalu besar untuk menghasilkan daya angkat dibandingkan kecepatan udara. Setiap Airfoil memiliki sudut untuk menghasilkan daya angkat maksimum
airfoil akan stall apabila pesawat memasuki sudut ini sehingga kehilangan daya angkat.

Tachometer
Alat dengan sensor optical untuk menghitung RPM mesin.

TE
Trailing edge

Tip Stall
Kejadian dimana salah satu sayap kehilangan daya angkat, sehingga menyebabkan pesawat melakukan gerakan roll tiba tiba ke arah sayap yang stall.

Touch-And-Go
Take off dan landing tanpa ada jeda.

Trailing Edge (TE)
Bagian belakang pada sayap atau stabiliser

Trainer Airplane
Model yang di design secara khusus untuk pemula, memiliki kestabilan terbang yang tinggi dan dapat terbang pelan, untuk memberikan kesempatan bagi pemula untuk berpikir dan bereksi pada waktu belajar terbang.

Trainer System
Metoda paling efektif dimana 2 transmitter digabungkan menjadi satu. pelatih dapat mengkontrol transmitter murid, dan mengambil alih kontrol apabila terjadi masalah.

Transmitter (Tx)
radio yang dipegang sebagai pengirim input perintah kepada unit model

Vertical Fin
Aeral tidak bergerak dimana rudder ditempatkan. untuk menjaga stabilitas gerakan yaw

Wheel Collar
kecil, bulat, berfungsi untuk menjaga roda agar tetap pada sumbunya pada waktu berputar

Wing
sayap, bagian utama pesawat yang berguna mengangkat pesawat mengudara

Wing Loading
Jumlah aeral luasan berat pada sayap perkaki persegi untuk satuan daya angkat
umumnya di tulis ons/kaki persegi.
Jumlah yang di tunjukan akan menentukan karakteristik pesawat. Pesawat dengan angka Beban sayap yang tinggi akan membutuhkan kecepatan yang lebih tinggi untuk tetap mengudara
ini umummya digunakan pada pesawat performance atau sport, sebaliknya. pesawat dengan nomor yang rendah, tidak membutuhkan aliran udara yang tinggi agar tetap mengapung
ini digunakan pada type pesawat glider dan trainer.

Wing Root
bagian tengah pada sayap, dimana panel sayap kanan dan kiri digabungkan

Y harnes
2 servo dapat di sambungkan menjadi 1 channel dengan Y harness. ke dua servo akan bekerja bersama sama dan tidak mengurangi kekuatannya.

Yaw Axis
Sumbu pesawat yang di kontrol oleh rudder. Yaw dapat dilihat dengan mengantungkan pesawat pada kawat yang di kaitkan pada CG pesawat. Gerakan ke kanan kiri dari hidung pesawat yang di sebut Gaya pergerakan Yaw

Z-Bend
Tekukan kawat yang berbentuk Z pada ujung pushrod yang digunakan untuk disambungkan ke tungkai servo

Z-Bend Pliers
Alat yang digunakan membentuk lekukan Z pada pushrod

Apa itu Aeromodelling ?



Diantara kita sering mendengar kata aeromodelling namun masih sering juga bertanya, apa itu aeromodelling? apakah ada kaitan dengan dunia mode? karena ada kata "model".

Aeromodelling adalah suatu kegiatan yang mempergunakan sarana miniatur (model) pesawat terbang untuk tujuan rekreasi, edukasi dan olah raga. Kegiatan ini umumnya digemari oleh peminat ilmu pengetahuan dan teknologi secara perorangan ataupun yang tergabung dalam organisasi sosial kemasyarakatan, yang digunakan untuk menyebarluaskan minat kedirgantaraan di bidang aeromodelling seperti Pramuka melalui kegiatan SAKA (Satuan Karya) Dirgantara, Karang Taruna, UKM (Unit kegiatan Mahasiswa) di kampus-kampus serta perkumpulan-perkumpulan olah raga kedirgantaraan.

Para peminat aeromodelling yang ingin memulai kegiatan ini dapat berkunjung atau menghubungi perkumpulan aeromodelling setempat atau yang terdekat untuk mendapatkan informasi-informasi dan bimbingan teknis. Disamping itu dapat juga diperoleh melalui massa baik cetak dan elektronik tentang kedirgantaraan pada umumnya dan aeromodelling pada khususnya.

Apabila sudah didapat perkumpulan aeromodelling setempat, para peminat sedapat mungkin meyempatkan diri untuk menyaksikan peragaan penerbangan aeromodelling pada acara-acara latihan, demonstrasi dan pameran kedirgantaraan. Setelah itu biasanya peminat dapat menentukan jenis penerbangan model yang mana paling diminati, apakah yang bermotor atau tidak , terkendali atau tidak, Radio Control atau Control Line tentunya sesuai dengan kemampuan pengadaan bahan dan peralatan yang diperlukan.

Pada dasarnya peminat aeromodelling ini secara alami terbagi dalama 3 kategori:

* mereka yang tergabung dalam kategori aeromodelling hanya untuk bersenang-senang (fun),
* aeromodelling sebagai sarana menimba dan memperdalam ilmu pengetahuan serta,
* aeromodelling sebagai sarana pencapaian prestasi olah raga kedirgantaraan.

Pada umumnya kategori dua yang terakhir saling berhubungan erat dan konsisten dalam menjalankan kegiatan ini. Kegiatan aeromodelling tidak semata-mata mempersiapkan remaja untuk berprofesi dalam dunia dalam dunia penerbangan karena ada 2 pengaruh sosial yang pertama yaitu melatih ketekunan, kesabaran dan ketelitian serta menikmati keindahan , kedua mendapatkan nilai tambah/bekal untuk berkarier di dalam dunia penerbangan.